Rabu, 31 Juli 2013

bolehkah?

bolehkah aku menangisi ia yang tak pernah peduli padaku? sedangkan ia lah yang selalu aku khawatirkan. ia yang tak pernah ada waktu untukku, sedang aku yang selalu membuang waktuku umtuk menunggunya. ia yang selalu ada dihatiku, sedangkan aku tak pernah sedikitpun ada dihatinya. bolehkah aku meneteskan air mata ini untuknya? ia yang menggetarkan hatiku saat pertama kali aku mendengar namanya. ia yang menghilangkan dukaku dan menggantinya dengan duka baru. inikah yang namanya jatuh cinta? kita akan tetap jatuh saat sedang menikmati keindahan cinta. mungkin inilah jawaban dari setiap doaku. ya, kita tak akan pernah bersatu. dan jika suatu saat kau menyesalinya, aku tak bisa memastikan apakah aku akan tetap menantimu. tapi kesempatan kedua itu selalu ada. but now, aku harus bisa tanpamu. tanpa ucapan selamat padi ataupun selamat malam. tanpa candaan disetiap aku mengajarimu bahasa yang romantis itu. ya, tak ada lagi belajar. yang ada hanya kenangan yang tak dapat diulang kembali. terimakasih telah membuat hariku berwarna selama ini, monsieur D.

juni, 2013
curahan hati remaja yang selalu mencoba tegar saat hatinya mulai rapuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar